Artikel

Harga Batu Bara Mulai Bangkit, Ada Potensi Menuju US$ 85/ton

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga batu bara di pasar global menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah kenaikan tiga hari beruntun. Jalur distribusi yang terhambat di China menjadi salah satu faktor yang mendongkrak harga si batu hitam.

Berdasarkan keterangan China Coal Resource (CCR), Minggu (7/4/2019), jalur kereta Daiqin akan dibenahi dan memakan waktu 25 hari kerja. Seperti diketahui jalur tersebut merupakan sarana distribusi dari tambang-tambang besar di provinsi Shaanxi.

Harga batu bara Newcastle kontrak April Selasa kemarin naik 1% ke posisi US$ 81,2/metrik ton, kenaikan tersebut melanjutkan kenaikan 1,97% hari sebelumnya.

Mengacu pada data Refinitiv, hingga tahun berjalan harga batu bara Newcastle kontrak April sudah terkoreksi 20,14%.

Benarkah harga batu bara global sudah mulai bangkit? Menuju level berapa selanjutnya? Berikut analisis teknikalnya.

Analisis Teknikal

Sumber: Refinitiv

Secara teknikal, harga batu bara sedang mengalami pembalikan arah sesaat (technical rebound) setelah mengalami tekanan cukup hebat pada tanggal 29 Maret – 4 April lalu.

Dalam jangka pendek harga batu bara cenderung menguat, hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di atas nilai rata-ratanya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5). Penguatan tersebut berpotensi berlanjut menuju harga US$ 85/metrik ton.

Namun dalam jangka panjang, tren harga batu bara cenderung menurun (downtrend). Arah penurunan tersebut terlihat dari indikator teknikalmoving average convergence divergence/MACD, yang masih membentuk persilangan turun (dead cross). Ada potensi menyentuh US$ 75/metrik ton sepanjang tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/gus)