Sebuah alat penambang emas tradisional milik warga Jendi, Selogiri, Wonogiri
Artikel

Wonogiri Diyakini Simpan Cadangan 1,5 Juta Ton Emas

Harianjogja.com, WONOGIRI—Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, diyakini menyimpan kandungan emas mencapai 1,5 juta ton. Sebagai perbandingan, cadangan emas dan tembaga di tambang Grasberg, Papua, yang dikelola PT Freeport sebanyak 3,8 miliar ton, sebanyak 33 juta ton belum digali

Potensi produksi emas di Wonogoro diketahui dari penghitungan proyeksi produksi emas yang tertera dalam Surat Pengumuman No. 660.1/5101 tentang Permohonan Izin Lingkungan Rencana Penambangan Emas di Blok Randu Kuning, Jendi, Selogiri, oleh PT Alexis Perdana Mineral di Wonogiri.

PT Alexis Perdana Mineral akan memproduksi emas dari Bukti Randu Kuning, Jendi, Selogiri, Wonogiri, sebanyak 808,6 kg/tahun apabila penambangan terealisasi.

Surat tersebut diterbitkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah pada 20 Desember 2018. Melalui surat itu DLHK meminta saran, pendapat, dan tanggapan masyarakat atas permohonan izin lingkungan yang diajukan perusahaan pertambangan dari Australia tersebut.

Surat itu menyebut PT Alexis direncanakan memproduksi emas 26.000 ounce atau oz per tahun. 1 oz emas sama dengan 31,1 gram emas. Jika dihitung, 26.000 oz emas sama dengan 808.600 gram. Jika dikonversikan ke kilogram (kg) berarti 808,6 kg.

Potensi emas di Jendi tak hanya terdapat di Bukit Randu Kuning. Warga Nglenggong RT 002/RW 004, Jendi, yang sudah bertahun-tahun menambang emas secara tradisional, Sisri, 61, menyebut perbukitan di sekitar Randu Kuning juga menyimpan emas. Bukit-bukit itu seperti Tugu, Tumbu, Pithi, Kepil, Thekil, Geblak, dan Jangglengan. Dahulu banyak warga menambang di Bukit Jangglengan. Namun, seiring berjalannya waktu, emas yang terkandung di bukit itu semakin sulit dicari.

Setelah itu warga menambang di Randu Kuning. Menurut lelaki itu, kandungan emas di Randu Kuning paling banyak disbanding bukit lain. Sejatinya potensi emas di Wonogiri tidak hanya terdapat di Jendi, Selogiri. Berdasar hasil penelitian dan survei kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan Badan Survei Geologi, Bandung, yang termuat dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2017, selain di Selogiri, potensi emas di Kota Sukses terdapat di Kecamatan Jatiroto, Kecamatan Karangtengah.

Total bijih yang mengandung emas di tiga kecamatan itu lebih kurang 1,5 juta ton. Kadar emas tersebut antara 40 part per billion (ppb) hingga 2.384 ppb. Selain emas, Wonogiri menyimpan potensi lain, seperti tembaga di Jatiroto, Tirtomoyo, dan Karangtengah. Kandungan tembaga mencapai 66.124 ton dengan kadar 30.000 part per million (ppm).

Potensi lainnya, yakni mangan di Eromoko, Baturetno, dan Batuwarno. Kandungan lebih kurang 50.000 ton yang tersebar di lahan 15 ha di kedalaman 9 meter. Potensi berikutnya yakni galena, batu gamping, andesit, trass, pasir kuarsa, sirtu, bentonit, kalsit, kaoli, fosfat, batu setengah permata, dan sebagainya.

Kepala Seksi (Kasi) Geologi Mineral dan Batu Bara Cabang Dinas Energi Sumber Daya Mineral Wilayah Sewu Lawu, Yulianto, Selasa (22/1/2019), mengatakan Wonogiri memiliki potensi mineral cukup besar. Mineral itu tersebar di banyak wilayah, termasuk emas. Potensi emas di Kota Sukses paling besar ada di Randu Kuning.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pada 2015 Indonesia memiliki potensi 8,7 miliar ton mineral emas. Hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi cadangan emas. Cadangan emas terbanyak ada di Papua. Daerah lain yang juga punya kandungan emas besar adalah Sumbawa, Pongkor Jawa Barat, Batangtoru Tapanuli Selatan, dan Halmehera.

Sumber : JIBI/Solopos