Artikel

Bakrie, Ithaca, dan Air Product Bangun Industri Metanol Rp30 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), PT Ithaca Resources, dan Air Products menjalin aliansi strategis membangun industri metanol senilai US$2 miliar lebih di Batuta Industrial Chemical Park di Bengalon, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Dengan estimasi kurs Rp15.000 per dolar AS, maka nilai proyek metanol tersebut mencapai kisaran Rp30 Triliun.

Berdasarkan kontrak jangka panjang tersebut, batu bara yang dipasok dari tambang milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Ithaca Resources kemudian diolah oleh fasilitas produksi milik Air Products untuk diproduksikan menjadi metanol dan dipasarkan di Indonesia.

CEO PT Bakrie Capital Indonesia Adika Nuraga Bakrie mengatakan proyek yang diklaim mampu memproduksi 2 juta ton metanol per tahun ini diharapkan onstream pada tahun 2024.

Ke depannya, industri metanol akan mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) secara signifikan dan pada akhirnya akan mengurangi tekanan pada mata uang rupiah.

“Proyek ini menjadi momentum kami untuk ‘Back To Basic’, kembali fokus mengembangkan industri yang selama ini menjadi tulang punggung grup kami. Ini juga merupakan momen berkembangnya Batuta Chemical Industrial Park untuk lebih maju lagi di masa depan,” kata Adika Bakrie, dikutip dari rilis persnya yang diterima Bisnis, Jumat (15/5/2020).

Presiden Direktur PT Ithaca Resources Agoes Projosasmito mengatakan bahwa pengembangan industri hilir batubara yang mengangkat nilai produk batubara berkalori rendah ini sejalan dengan visi Presiden RI.

“Setelah ini, batubara akan diposisikan sebagai raw material penting dalam memproduksi produk industri turunan bernilai tinggi, dan pada akhirnya akan membantu pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Agoes.

Melalui pernyataan persnya, Chairman, Presiden sekaligus CEO Air Products Seifi Ghasemi pun mengungkapkan pihaknya bangga dapat turut terlibat dalam proyek gasifikasi skala dunia.

“Tentu kami siap untuk mengerahkan segenap modal, teknologi, dan keahlian operasional yang kami miliki, demi membantu Indonesia memenuhi tujuan-tujuan penting ini,“ ungkapnya.

Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan perusahaan merasa bangga karena dikaitkan dengan proyek strategis tersebut. Proyek ini merupakan prioritas nasional untuk menggantikan bahan bakar impor yang lebih mahal.

“Bumi Resources akan menjadi pemasok batu bara untuk proyek metanol tersebut dengan kontribusi 6 juta ton per tahun,” ujarnya kepada Bisnis.com.