ArtikelBerita Tambang

Gokil! Harga Batu Bara Melesat, OTW Menuju US$ 150/ton

Jakarta, CNBC Indonesia – Berbalik dari harga minyak yang tertekan sepekan ini, harga batu bara dunia justru terhitung menguat selama sepekan, menyusul kekhawatiran berlanjutnya pembatasan sosial akan memicu lonjakan permintaan listrik di musim dingin.

Harga batu bara termal acuan Newcastle untuk kontrak yang ramai ditransaksikan dibanderol di level harga US$ 148,1/ton pada Jumat (18/7/2021), atau terhitung menguat 8,4% dari posisi sehari sebelumnya. Itu merupakan level tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu secara mingguan, level penutupan tersebut terhitung menguat 3,6% jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan sebelumnya pada US$ 143/ton. Reli ini melanjutkan tren sepekan sebelumnya yang juga menguat sebesar 2,7%.

Sepanjang Juli, harga komoditas andalan Indonesia ini terhitung melonjak 7,3% dibandingkan dengan posisi akhir bulan Juni sebesar US$ 134,7 per ton. Secara tahun berjalan, harga batu bara juga sedang bullish, dengan mencetak penguatan sebesar 81,6% dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu pada level US$ 81,75/ton.

Pemicu kenaikan harga komoditas pemasok listrik dunia tersebut adalah tren kenaikan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di Inggris dengan lonjakan kasus Covid-19, mencapai 56.674 kasus pada Jumat, menjadi yang tertinggi dunia, mengalahkan Indonesia yang kenaikan kasus tambahan hari itu juga masih tinggi sebanyak 51.952 kasus.

Di tengah kondisi yang bisu memaksa pemerintah negara maju untuk “merumahkan” warganya, belahan Utara Bumi (northern hemisphere) sedang mengalami gelombang musim panas. Akibatnya, kebutuhan penggunaan penyejuk ruangan meningkat, yang membutuhkan lebih banyak listrik. Permintaan batu bara sebagai sumber energi primer pembangkit listrik ikut naik.

Di Jerman, pembangkitan listrik oleh pembangkit batu bara pekan lalu mencapai 5.127 megawatt per jam (megawatt per hour/MWh), atau naik 9% dari pekan sebelumnya. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kenaikannya mencapai 115%.

Selain itu, kendala pasokan juga membuat harga batu bara meroket. Afrika Selatan, salah satu eksportir batu bara utama dunia, sedang dilanda kisruh sosial politik. Negeri tersebut didera krisis setelah mantan presiden Jacob Zuma divonis 15 bulan penjara.

Zuma divonis terbukti bersalah menghina pengadilan, dan keputusan tersebut dinilai tidak adil oleh masyarakat sehingga banyak warga yang turun ke jalan. Tidak berhenti di situ, mereka pun melakukan penjarahan di berbagai tempat.

TIM RISET CNBC INDONESIA