Artikel

UPNVY Pasang SDPD di Purworejo

RADAR JOGJA – Tim Peneliti UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), yang dipimpin oleh Prof Dr Ir Sari Bahagiarti K MSc memasang alat Sistem Deteksi dan Peringatan Dini (SDPD) bahaya longsor di Watuduwur, Bruno, dan Telagaguwa, Kaligesing, Purworejo, Sabtu (5/10). Pembuatan alat tersebut merupakan salah satu luaran dari Hibah Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) yang didanai oleh Kemenristekdikti.

Prof Sari menyampaikan, tujuan pemasangan alat adalah untuk membantu warga masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor. Untuk pemilihan lokasi pemasangan alat, didasarkan atas permintaan warga yang mengenal benar kondisi tempat tinggalnya. “Yaitu rawan bencana longsor, dan apabila longsor terjadi di lokasi tersebut, dikhawatirkan akan menelan korban, menimpa permukiman, menimbulkan kerugian harta-benda, dan sarana-prasarana,” ujar Prof Sari di Kampus UPNVY, di Condongcatur, Sleman, Minggu (13/10).

Prof Sari menuturkan, pada prinsipnya alat SDPD ini dapat mendeteksi pergerakan massa tanah atau batuan. Di dalam rangkaian alat ini terdapat dua speaker. Apabila terjadi gerakan tanah, selanjutnya sistem detektor akan mengirim sinyal dan memerintahkan rangkaian sirine untuk menghasilkan alarm. Sinyal alarm pada detektor dikirim ke rangkaian penguat dengan output berupa speaker 1. Di samping itu sinyal alarm juga dikirim melalui pemancar FM sehingga alarm tanda bahaya dapat ditangkap oleh radio penerima dengan gelombang FM. Masyarakat yang berada di sekitar radio penerima gelombang FM akan dapat mendengar sinyal tanda bencana yang diperkuat oleh amplifier 2 dan output speaker 2.

Adapun ketika telah terjadi runtuhan atau timbunan tanah dan mengenai detektor, maka detektor akan bekerja dan menghidupkan saklar, menyebabkan rangkaian sirine bekerja yang terhubung dengan rangkaian penguat dengan output speaker. (*/pra).